Diberdayakan oleh Blogger.
اهلا و سهلا بحضوركم

Sabtu, 27 April 2013

KONSEP CINTA DAN PERSAUDARAAN DALAM ISLAM


Cinta dan persaudaraan merupakan perkara yang tidak luput dari aturan Islam, bahkan kita akan mendapati banyak sekali dalil dari Al-Qur’an dan sunnah yang menjelaskan konsep tersebut, maka mengetahui konsep cinta dan persaudaraan ini merupakan kemutlakan yang harus kita ketahui dan amalkan.  
  •   Cinta dan persaudaraan dengan sesama muslim
Islam menjadikan dan mengharuskan adanya kecintaan dan persadaraan sesama muslim, bahkan ia merupakan tali pengikat yang paling kuat, hal ini sebagaimana sabda nabi :
عَنْ الْبَرَاءِ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : « أَوْثَقُ عُرَى الإسلام الْحُبُّ فِي اللهِ ، وَالْبُغْضُ فِي اللهِ
“ Ikatan Islam yang paling kuat adalah cinta karena Alloh dan benci karena Alloh “ ( Al-Mushonnif Ibnu Abi Syaibah juz 6 hal. 170 )
Dalam sabda yang lain Rosululloh juga mengaskan bahwa sesama muslim adalah saudara :
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : { لَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَنَاجَشُوا ، وَلَا تَبَاغَضُوا ، وَلَا تَدَابَرُوا ، وَلَا يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ ، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إخْوَانًا ، الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ : لَا يَظْلِمُهُ ، وَلَا يَخْذُلُهُ ، وَلَا يَحْقِرُهُ التَّقْوَى هَاهُنَا - وَيُشِيرُ إلَى صَدْرِهِ ، ثَلَاثَ مَرَّاتٍ - بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنْ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ .كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ : دَمُهُ ، وَمَالُهُ ، وَعِرْضُهُ } أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ
 “Janganlah kalian saling dengki, jangan saling menipu, jangan saling membenci, jangan saling membelakangi, dan jangan kalian membeli suatu barang yang (akan) dibeli orang. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Alloh yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya, tidak layak untuk saling menzhalimi, berbohong kepadanya dan acuh kepadanya. Taqwa itu ada disini (beliau sambil menunjuk dadanya 3 kali). Cukuplah seseorang dikatakan jahat jika ia menghina saudaranya sesama muslim. Haram bagi seorang muslim dari muslim yang lainnya, darahnya, hartanya, dan harga dirinya” (HR. Muslim juz. 8 hal.10 )

Hadits-hadits yang lain masih banyak sekali yang mengisyaratkan akan wajibnya bersaudara dan membantu sesama muslim dimanapun dan dari suku bangsa apapun.  
  • Konsep cinta dan persaudaraan kepada orang kafir
Islam membolehkan bergaul degan orang kafir dalam ranah yang tidak menyangkut perkara prinsip ( aqidah dan kehormatan ), jika sudah berkaitan dengan prinsip maka mereka tidak mempunyai hak dukungan dan kecintaan dari kita, hal ini sebagaimana firman Alloh :
“ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, Maka Sesungguhnya orang itu Termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim “ ( Qs. Al-Maidah 51 )
Imam Al-Qurtubi menyebutkan beberapa sebab diturunkanya ayat ini yang diantaranya, ayat ini turun ketika perang uhud dimana hati sebagian dari kaum muslimin merasa gentar kemudian mereka bermaksud meminta pertolongan kepada orang-orang yahudi dan nasrani. ( Tafsir Al-Qurtubi juz. 6 hal.216 )
“ Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). dan Barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, Maka Sesungguhnya pengikut (agama) Allah Itulah yang pasti menang.”  ( Qs. Al-Maidah 55-56 )
Jabir bin Abdillah menyampaiakan bahwa Abdulloh bin Salam datang kepada Rosul seraya menyampaikan “ sesungguhnya kaum saya dari bani Quridhoh dan bani Nadhir telah menghajr ( memboikot ) aku dan mereka telah bersumpah untuk tidak duduk denganku lagi “ maka kemudian turunlah ayat ini “ ( Tafsir Al-Qurtubi juz. 6 hal. 221 )
 “ kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, Sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. meraka Itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. mereka Itulah golongan Allah. ketahuilah, bahwa Sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.” ( Qs. Al-Mujadilah 22 )
Berkaitan dengan ayat ini Imam Al-Qurtubi menyebutkan beberapa kisah diantaranya, Abdulloh bin Ubay bin Salul meminta izin kepada Nabi untuk membunuh bapaknya lantaran bapaknya tersebut menghina Rosul dengan mengatakan, air kencing ibumu lebih baik dari pada bekas air minum nabi yang kemudian Nabi tidak mengizinkan dan mengatakan “ bahkan kamu meski lemah-lembut dan berbuat baik kepadanya”.
Beliau juga menukil kisah Abu Bakar yang hampir membunuh Bapaknya karena mencela Nabi sholallohu ‘alaihi wasalam, Abu Bakar mengatakan demi Alloh jika pedang berada didekatku pada waktu itu pasti ia ( bapaku ) telah aku bunuh.
Sedangkan pembunuhan telah terjadi pada Abu Ubaidah bin jaroh dimana beliau telah membunuh bapaknya sendiri ketika perang uhud. ( Tafsir Al-Qurtubi juz 17 hal.307 ), ketika perang uhud pula Abdurrohman bin Abu Bakar menantang perang tanding kaum muslimin dan Abu Bakarlah yang pertama maju untuk melayaninya tapi kemudian dilarang oleh Rosululloh ( 101 Sahabat Nabi hal. 68 ).
     Begitulah Alloh telah menjadikan landasan kecintaan dan kebencianya hanya karena iman semata, dimana seorang muslim yang berimanan dia adalah saudara bagi muslim yang lain, meskipun ras, warna kulit, suku bangsa dan bahasa serta nilai ekonominya berbeda dengan kita, sebaliknya orang yang kafir terhadap Alloh dan rosul-Nya, meskipun saudara, anak, istri bahkan orang tua kita sendiri maka ia berhak mendapatkan kebencian dari kita meskipun hak dan kewajiban kita dalam bertetangga dan bekeluarga tetap harus kita tunaikan selama mereka tidak memerangi kita. 
  •  Konsep bergaul dengan orang Islam yang suka berbuat dosa besar
Dalam hal ini Islam mengatur, mereka ( pelaku dosa besar ) berhak mendapatkan kecintaan dari kita karena keislamanya tetapi mereka juga berhak mendapatkan permusuhan dari kita sekadar kemaksiatan yang diperbuatnya, mereka mendapat dukungan dalam hal ketaatan kepada Alloh tetapi disisi lain wajib kita beri hukuman karena kemaksiyatanya. ( Kitabut-tauhid Syaikh Sholih Al-Fauzan bab al-wala’ wal-baro’ )
Demikianlah konsep kecintaan dan persaudaraan dalam Islam, mudah-mudahan Alloh senantiasa menyatukan hati kaum muslimin semuanya dalam satu ikatan Iman dan Islam, dijauhkan dari rasa hasad sesama saudara, fanatisme golongan dan kebangsaan, semoga Alloh menganugerahkan persatuan di barisan kaum muslimin, bersatu padu dalam menegakan Islam. Amien ya Robbal ‘alamin.

Seja o primeiro a comentar

Posting Komentar

  ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

TOPO