KONSEP CINTA DAN PERSAUDARAAN DALAM ISLAM
Cinta dan persaudaraan merupakan perkara yang tidak luput dari aturan Islam, bahkan kita akan mendapati banyak sekali dalil dari Al-Qur’an dan sunnah yang menjelaskan konsep tersebut, maka mengetahui konsep cinta dan persaudaraan ini merupakan kemutlakan yang harus kita ketahui dan amalkan.
- Cinta dan persaudaraan dengan sesama muslim
Islam
menjadikan dan mengharuskan adanya kecintaan dan persadaraan sesama muslim,
bahkan ia merupakan tali pengikat yang paling kuat, hal ini sebagaimana sabda
nabi :
عَنْ الْبَرَاءِ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : « أَوْثَقُ عُرَى الإسلام الْحُبُّ فِي اللهِ ، وَالْبُغْضُ
فِي اللهِ
“ Ikatan
Islam yang paling kuat adalah cinta karena Alloh dan benci karena Alloh “ (
Al-Mushonnif Ibnu Abi Syaibah juz 6 hal. 170 )
Dalam sabda yang lain Rosululloh juga mengaskan bahwa sesama muslim
adalah saudara :
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : { لَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَنَاجَشُوا ، وَلَا تَبَاغَضُوا
، وَلَا تَدَابَرُوا ، وَلَا يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ ، وَكُونُوا عِبَادَ
اللَّهِ إخْوَانًا ، الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ : لَا يَظْلِمُهُ ، وَلَا يَخْذُلُهُ
، وَلَا يَحْقِرُهُ التَّقْوَى هَاهُنَا - وَيُشِيرُ إلَى صَدْرِهِ ، ثَلَاثَ مَرَّاتٍ
- بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنْ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ .كُلُّ الْمُسْلِمِ
عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ : دَمُهُ ، وَمَالُهُ ، وَعِرْضُهُ } أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ
“Janganlah kalian saling dengki, jangan saling
menipu, jangan saling membenci, jangan saling membelakangi, dan jangan kalian
membeli suatu barang yang (akan) dibeli orang. Jadilah kamu sekalian
hamba-hamba Alloh yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim
yang lainnya, tidak layak untuk saling menzhalimi, berbohong kepadanya dan acuh
kepadanya. Taqwa itu ada disini (beliau sambil menunjuk dadanya 3 kali).
Cukuplah seseorang dikatakan jahat jika ia menghina saudaranya sesama muslim.
Haram bagi seorang muslim dari muslim yang lainnya, darahnya, hartanya, dan
harga dirinya” (HR. Muslim
juz. 8 hal.10 )
Hadits-hadits
yang lain masih banyak sekali yang mengisyaratkan akan wajibnya bersaudara dan
membantu sesama muslim dimanapun dan dari suku bangsa apapun.
- Konsep cinta dan persaudaraan kepada orang kafir
Islam membolehkan bergaul degan
orang kafir dalam ranah yang tidak menyangkut perkara prinsip ( aqidah dan kehormatan ),
jika sudah berkaitan dengan prinsip maka mereka tidak mempunyai hak dukungan dan
kecintaan dari kita, hal ini sebagaimana firman Alloh :
“ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang
Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah
pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka
menjadi pemimpin, Maka Sesungguhnya orang itu Termasuk golongan mereka.
Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim “ ( Qs.
Al-Maidah 51 )
Imam Al-Qurtubi menyebutkan beberapa sebab diturunkanya ayat ini
yang diantaranya, ayat ini turun ketika perang uhud dimana hati sebagian dari
kaum muslimin merasa gentar kemudian mereka bermaksud meminta pertolongan
kepada orang-orang yahudi dan nasrani. ( Tafsir Al-Qurtubi juz. 6 hal.216 )
“ Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan
orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya
mereka tunduk (kepada Allah). dan Barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan
orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, Maka Sesungguhnya pengikut
(agama) Allah Itulah yang pasti menang.”
( Qs. Al-Maidah 55-56 )
Jabir bin Abdillah menyampaiakan bahwa Abdulloh bin Salam datang
kepada Rosul seraya menyampaikan “ sesungguhnya kaum saya dari bani Quridhoh
dan bani Nadhir telah menghajr ( memboikot ) aku dan mereka telah bersumpah
untuk tidak duduk denganku lagi “ maka kemudian turunlah ayat ini “ ( Tafsir
Al-Qurtubi juz. 6 hal. 221 )
“ kamu tak akan mendapati
kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan
orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, Sekalipun orang-orang itu
bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka.
meraka Itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan
menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. dan
dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai,
mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa
puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. mereka Itulah golongan Allah. ketahuilah,
bahwa Sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.” ( Qs.
Al-Mujadilah 22 )
Berkaitan dengan ayat ini Imam Al-Qurtubi menyebutkan beberapa kisah
diantaranya, Abdulloh bin Ubay bin Salul meminta izin kepada Nabi untuk
membunuh bapaknya lantaran bapaknya tersebut menghina Rosul dengan mengatakan,
air kencing ibumu lebih baik dari pada bekas air minum nabi yang kemudian Nabi
tidak mengizinkan dan mengatakan “ bahkan kamu meski lemah-lembut dan berbuat
baik kepadanya”.
Beliau juga menukil kisah Abu Bakar yang hampir membunuh Bapaknya
karena mencela Nabi sholallohu ‘alaihi wasalam, Abu Bakar mengatakan demi Alloh
jika pedang berada didekatku pada waktu itu pasti ia ( bapaku ) telah aku
bunuh.
Sedangkan pembunuhan telah terjadi pada Abu Ubaidah bin jaroh dimana
beliau telah membunuh bapaknya sendiri ketika perang uhud. ( Tafsir Al-Qurtubi
juz 17 hal.307 ), ketika perang uhud pula Abdurrohman bin Abu Bakar menantang
perang tanding kaum muslimin dan Abu Bakarlah yang pertama maju untuk melayaninya
tapi kemudian dilarang oleh Rosululloh ( 101 Sahabat Nabi hal. 68 ).
Begitulah Alloh telah menjadikan landasan kecintaan dan kebencianya
hanya karena iman semata, dimana seorang muslim yang berimanan dia adalah
saudara bagi muslim yang lain, meskipun ras, warna kulit, suku bangsa dan
bahasa serta nilai ekonominya berbeda dengan kita, sebaliknya orang yang kafir
terhadap Alloh dan rosul-Nya, meskipun saudara, anak, istri bahkan orang tua
kita sendiri maka ia berhak mendapatkan kebencian dari kita meskipun hak dan
kewajiban kita dalam bertetangga dan bekeluarga tetap harus kita tunaikan
selama mereka tidak memerangi kita.
- Konsep bergaul dengan orang Islam yang suka berbuat dosa besar
Dalam
hal ini Islam mengatur, mereka ( pelaku dosa besar ) berhak mendapatkan
kecintaan dari kita karena keislamanya tetapi mereka juga berhak mendapatkan
permusuhan dari kita sekadar kemaksiatan yang diperbuatnya, mereka mendapat dukungan dalam hal ketaatan kepada Alloh tetapi disisi
lain wajib kita beri hukuman karena kemaksiyatanya. (
Kitabut-tauhid Syaikh Sholih Al-Fauzan bab al-wala’ wal-baro’ )
Demikianlah konsep kecintaan dan persaudaraan dalam Islam, mudah-mudahan
Alloh senantiasa menyatukan hati kaum muslimin semuanya dalam satu ikatan Iman
dan Islam, dijauhkan dari rasa hasad sesama saudara, fanatisme golongan dan
kebangsaan, semoga Alloh menganugerahkan persatuan di barisan kaum muslimin,
bersatu padu dalam menegakan Islam. Amien ya Robbal ‘alamin.











Posting Komentar