Diberdayakan oleh Blogger.
اهلا و سهلا بحضوركم

Sabtu, 27 April 2013

HUKUM MELAKSANAKAN DUA AMAL DENGAN SATU NIAT


Bolehkah kita melaksanakan dua amal sekaligus dalam satu niat, misalnya ibadah kurban sekaligus aqiqoh ?
Jahid Purbalingga
Al-hamdulillah wassholatu wasalamu ’ala Rosulillah sholallohu ’alaihi wasalam.
Berkaitan dengan isytiroqun-niyah ( menggabung dua niat dalam satu amalan ) para ulama’ memberikan penjelasan sebagai berikut :
1.       Jika penggabungan tersebut terjadi pada dua amalan yang satu ibadah sedang yang lain bukan merupakan ibadah sperti jika seseorang menyembelih dengan niat berkurban untuk Alloh dan selain Alloh maka ibadahnya batal. Tetapi jika sesuatu yang bukan ibadah tersebut merupakan hasil dari suatu pelaksanaan ibadah maka hal itu tidak mengapa misalnya, orang yang berwudhu atau mandi janabat sekalian supaya badanya fresh maka wudhu atau mandinya sah karena niat yang lain ( fresh ) tidak membatalkan niat wudhu atau mandi dan baik dengan niat atau tidak kesegaran itu akan didapatkan oleh orang yang berwudhu atau mandi.
2.       Jika penggabungan tersebut terjadi pada amalan wajib dan amalan sunnah, dalam hal ini ada beberapa bentuk :
a.       Diterima seluruhnya, Jika tidak bertentangan salah satunya maka keduanya adalah boleh, seperti orang yang mandi janabah sekalian diniatkan mandi jum’at, atau puasa arofah diniatkan pula untuk nyahur hutang puasa, atau puasa nadzar maka keduanya sah.

b.      Yang diterima yang wajib saja, seperti jika seseorang tertinggal sholat isya’ kemudian ia sholat isya’ sekaligus sholat tarowih, maka yang diterima adalah sholat isya’nya saja.
c.       Yang diterima justru sunnahnya saja, seperti jika seseorang mengeluarkan harta dengan niatan zakat sekaligus sedekah maka yang diterima adalah sedekahnya saja.
d.      Batal keduanya ( amalan wajib dan sunnah tersebut ), hal ini seperti, jika seseorang melaksanakan sholat wajib sekaligus sholat rowatib maka keduanya adalah batal.
3.       Menggabung dua niat dalam dua amalan yang sama-sama wajib berjalan dalam satu pelaksanaan, sperti orang yang mandi sekaligus berwudhu maka keduanya sah.
4.       Meniatkan pelaksanaan amal sunnah dengan niat amal sunnah yang lain, jika dua sunnah tersebut masuk dalam satu waktu maka sah pelaksanaanya, seperti orang yang menggabung antara sunnah tahiyatul-masjid dan sunnah fajar. Tetapi jika kedua sunnah tersebut tidak masuk dalam satu waktu maka tidak sah, seperti orang yang melaksanakan sholat dhuha sekaligus sebagai qodho’ ( ganti ) dari sunnah fajar.
5.       Meniatkan sesuatu yang bukan ibadah dengan sesuatu yang lain dan keduanya berbeda hukum, seperti orang yang mengatakan kepada istrinya ” engkau haram bagiku ” dan ia niatkan perkataanya tersebut untuk talak dan dhihar maka dia harus memilih salah satunya, antara talak atau dhihar.
Kesimpulan : maka petanyaan saudara masuk dalam daftar nomor tiga, jika pelaksanaanya terjadi dan masuk dalam satu waktu, artinya aqiqoh tersebut bertepatan dengan pelaksanaan qurban maka tidak mengapa menyembelih qurban plus niat aqiqoh, tetapi jika waktu aqiqoh tidak sesuai dengan pelaksanaan qurban atau aqiqoh tersebut merupakan amalan qodho’ dari waktu yang semestinya maka tidak boleh menggabungkan kedua niat tersebut dalam satu waktu. Wallohu a’lam.

Lihat Fiqh Islami wa adilatuhu juz 1 hal 162

Seja o primeiro a comentar

Posting Komentar

  ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

TOPO