Wanita dan Kue Apem
Segarnya udara pagi ini
berubah menjadi panas. Semua teman sekelas Sinta di FKIP Unlam gempar. Ternyata
ga cuma aku yang dapat SMS dari Sinta. Danu, Dodo, dan teman-teman yang lain
juga menerima SMS beautifulsick-nya Sinta. Yang lebih heboh lagi, Sinta benar-benar berubah. Bajunya yang dulu
sopan, sekarang entah ke mana, dia justru pake baju adiknya yang masih kelas 4 SD,
kerudungnya juga ilang. Kalau ditanya kenapa, dia bilang “Buat apa-apa
nutup-nutupin ketombe, jangan ditutupin, tapi diilangin” katanya meniru gaya
iklan di TV.
Sebenarnya itu semua dilakukan
Sinta bukan karena penentangannya terhadap aturan Allah. Semua itu dilakukannya
karena ketidak-tahuan. Mungkin Sinta masih belum tahu batas-batas aurat wanita,
dan bagaimana pergaulannya dengan lawan jenisnya. Apalagi saat ini aktivitas
seperti itu didukung penuh oleh media massa. Begitulah, media massa bisa membuat
orang yang baik menjadi jahat, sebaliknya ada juga media massa yang menyeru
orang jahat menjadi baik, dan orang baik menjadi lebih baik lagi.
“Maa Syaa
Allah…” aku cuma bisa mengurut dada. Danu dan Dodo tidak henti-hentinya
ber-istighfar. Ada apa dengan dikau, Sin?













