Wanita dan Kue Apem
Tak perlu
seseorang pungkiri,segala sesuatu di dunia ini membutuhkan ilmu lebih-lebih
akhirat. Akan tetapi berbeda-beda orang menyingkapi ilmu. Diantaranya ada yang
males-malesan dalam mencari ilmu,berbagai alasan mereka cari untuk menghindari
sebuah kewajiban itu. Ada
juga yang semangat sekali dalam mencari ilmu. Akan tetapi dalam mencari ilmu
agama tidaklah cukup bermodal semangat saja. Karna, seorang penuntut ilmu
haruslah tahu rambu-rambu yang telah digariskan syari’at dalam menuntut ilmu
agama. Agar seorang penuntut ilmu tidak bingung dalam menghadapi seruan dari
banyak kelompok-kelompok da’wah. Dan yang paling penting, agar si penuntut ilmu
tidak jatuh kepada pemahaman yang salah atau menyimpang.
Seorang
lelaki yang saleh bernama Tsabit bin Ibrahim sedang berjalan di pinggiran kota Kufah. Tiba-tiba dia
melihat Sebuah apel jatuh keluar pagar sebuah kebun buah-buahan. Melihat apel
yang merah ranum itu tergeletak di tanah membuat air liur Tsabit terbit,
apalagi di hari yang panas dan tengah kehausan. Maka tanpa berpikir panjang
dipungut dan dimakannyalah buah apel yang lezat itu. akan tetapi baru
setengahnya di makan dia teringat bahwa buah itu bukan miliknya dan dia belum mendapat
ijin pemiliknya. Maka ia segera pergi kedalam kebun buah-buahan itu hendak
menemui pemiliknya agar menghalalkan buah yang telah dimakannya.
Pada suatu hari ketika 'Uzair memasuki kebunnya yang
menghijau dengan pokok-pokok tamar dan tiba-tiba hatinya telah terpesona serta
tertarik untuk memikirkan rahasia keindahan dan keajaiban alam ini. Sesudah
memetik buah-buahan dia pulang dengan keledainya sambil menikmati
keindahan-keindahan alam sekitarnya sehingga keledai yang ditungganginya
tersesat jalan. Setelah sekian lama barulah dia sedar bahwa dia telah berada di
suatu daerah yang tidak dikenali oleh beliau serta sudah jauh dari negerinya
sendiri.©Template Blogger Green by Dicas Blogger.